DAERAHHUKRIMNASIONAL

Pelaku Penganiayan Tak Di Tahan,Kinerja Polsek Lolak Di Sorot

Bolmong-Gebraknusantara.com;.Dugaan kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Maman dan Riandi kepada Christian Sembel warga Desa Pinogaluman,Kasus tersebut telah dilaporkan M.M alias Meilina Ke polsek Lolak Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow dengan nomor : LP/108/XI/2020/SULUT/Res BM/Sek Lolak 29 November 2020.

Menurut keterangan Meylina ibu kandung korban sabtu 20/2/2021 pada Gebraknusantara.com mengungkapkan karena kedua pelaku penganiayaan sampai saat ini tidak di tahan oleh pihak polsek lolak,sehingga pada tanggal 4/2/2021 dirinya red Meylina bersama suaminya bertemu penyidik yang menangani kasus tersebut.

Namun saat bertemu penyidik yang menangani kasus yang menimpa anak saya christian,kata penyidik bahwa kasus tersebut tidak bisa diproses lanjut karena hasil visum dokter korban hanya mengalami luka ringan ungkap M.M dengan nada kecewa.

Mendengar adanya keluhan masyarakat tersebut langsung tanggapi serius oleh wakil ketua devisi intelijen investigasi Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Ahmad Derek Ismail, pada Gebraknusantara.com 21/2/21 Derek mengungkapkan “jika benar kata – kata yang di ucapkan oleh ibu kandung korban adalah kata – kata yang di ucapkan oleh penyidik yang menangani kasus tersebut.

Kata – kata tersebut tidak sepantasnya di keluarkan oleh seorang aparat penegak hukum,sebab yang menentukan berkas perkara itu bisa di lanjutkan atau tidak adalah kewenangan jaksa penuntut umum bukan polisi.

Karena kewenangan polisi hanya melakukan penyelidikan dan penyidikan berat atau ringan serta bersalah atau tidaknya pelaku tersebut,biarlah JPU dan Majelis Hakim yang menilai.

Kapala Kepolisian Sektor Kecamatan Lolak AKP Muhamad Maulana Miraj,SIK,hingga berita ini naik tayang belum sempat dikonfirmasi dan dalam waktu dekat ini akan di upayakan untuk di konfirmasi(T.M)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button