DAERAHHUKRIM

APH Di Duga Tak Mampu,Atasi PETI POTOLO

Bolmong, Gebraknuaantara.com — Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup yang ada di Provinsi Sulut menilai aktivitas penambangan emas secara liar di sejumlah kecamatan lolayan desa tanoyan di Kabupaten bolmong , hingga kini diduga masih dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

“Kenapa aktivitas tambang liar di POTOLO yang ada di lokasi tanoyan masih sering terjadi, karena adanya pembiaran, itu akan sulit di tindak kata salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya,atas pedulinya dengan kerusakan lingkungan, Rabu /25/05/21.

Menurutnya, apabila lembaga penegak hukum menganggap tidak ada laporan terkait tambang emas ilegal di POTOLO, maka sesungguhnya aktivitas tambang ilegal tersebut tidak perlu dilaporkan.

Karena, aktivitas atau rutinitas penambangan tersebut berlangsung sejak lama hingga saat ini.

Aktivis lingkungan menilai adanya kesan pembiaran terhadap tambang emas ilegal di POTOLO dan menunjukkan perkara ini sulit ditindak secara hukum karena negara (pemerintah) menganggap tidak mau ribut dengan rakyatnya.

Di sisi lain, omset tambang emas secara ilegal di POTOLO desa tanoyan diperkirakan mencapai miliaran rupiah setiap bulan sehingga bisnis ilegal tersebut tetap berjalan hingga saat ini.

Padahal, aktivitas tambang ilegal itu adalah para ” CUKONG” yang berbisnis, karena mereka selama ini memproduksi duit dari sumber daya alam, sehingga disebut dengan rakyat berbisnis, bukan rakyat biasa.

Di sisi lain, adanya potensi dugaan pembiaran mengingat selama ini penegakan hukum terhadap tambang liar di POTOLO masih terkesan tebang pilih.

Padahal, kata warga yang peduli lingkungan, untuk menindak tambang emas ilegal di POTOLO aparat penegak hukum bisa menggunakan KUHP, Undang-Undang Kehutanan dan Undang-Undang Pertambangan/Minerba.

“Aktivitas tambang emas di POTOLO desa tanoyan Kabupaten bolmong tidak akan berakhir, mereka (CUKONG) pelaku baru akan meninggalkan lokasi tambang setelah emasnya habis,Kata salah satu warga yang namanya tidak mau di publikasi, tegas.(A.I)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button